Archive for Januari 2015
Assalamualaikum semua, subuh ini sedikit sharing aja karena mata susah di pejamkan dan belum ada yang nemenin bobo kayaknya deh ... wakakakakak :D
Kali ini ane share tentang operating system terbaru. wah penasaran gak liat isinya .?
kini windows 10 Semakin menajamkan Taring nya, terbukti sobat, sebuah leaked terbaru dengan tampilan screenshot nan elegan dengan fiture yang semakin disempurnakan, membawa Windows 10 yang kini telah berstatus Build 9901 kembali tersebar. Tidak tanggung tanggung, Fiture bubuhan yang sempat menjadi sebuah Keyword populer saat Piala Dunia Kemarin kini telah di hadirkan di windows 10 build 9901. ada yang bisa menebak ? Yups, Personal Assistant " Cortana " yang dulunya hanya tersedia di Windows Phone dan menjadi keyword populer prediksi pemenang oleh para pejudi bola saat di Piala Dunia." termasuk guee " wkwkwkwkwkwk.
Berikut penampakannya :
keren gak.?? gimana ya rasanya pake windows 10 , yah biar gak penasaran langsung aja kunjungi disini , disini lengkap silahkan di telusuri aja ya gan .. :)
Oke Selamat shalat subuh ..
Windows 10 Build 9901 Tehnical Preview x64 Bit
Jeruk Pontianak, kulit
nya hijau namun rasanya manis semanis madu. Begitu pula Ibuku walau ia suka
marah-marah tapi kebaikannya dari mulai aku dilahirkan sampai saat ini tidak
pernah sirna kurasakan.
Tidak ada yang bisa mengalahkan manisnya kebaikan yang
tulus itu. Kebaikannya tiada batas, tanpa awal juga akhir. Hasanah yang Ibu
berikan kepadaku tiada terhitung kiranya, bagai butiran pasir di lautan yang susah
dihitung dengan alat canggih sekalipun apalagi dengan jari-jari kecilku. Ibuku adalah
anugerah terindah pemberian Tuhan. Aku masih ingat ketika duduk di bangku
MTs/SMP, kami tiga bersaudara sama-sama di bangku sekolah yang biayanya tidak
sedikit. Aku adalah anak bungsu yang dari SMP sudah sekolah di pondok pesantren.
Biaya sekolahku lebih tinggi dari saudara-saudaraku, pada saat aku masuk
pesantren hal yang pertama kuiingat adalah tangisan Ibuku yang tidak rela
meninggalkan buah hati yang masih berumur 12 tahun hidup mandiri di pondok
pesantren.
Untuk menambah penghasilan Ibuku dan Ayahku menanam jeruk sebanyak
300 pohon. Dengan buah jeruk itu ia jual untuk menambah biaya sekolah. Hampir setiap
bulan Ibuku selalu mengirim sekardus buah jeruk untuk di berikan kepadaku,
sehingga aku bisa menikmati jeruk hasil tanaman Ibuku. Hal itu terulang ketika tahun
pertama aku kuliah, kami tiga bersaudara sama-sama menjadi mahasiswa, sehingga
biaya yang harus orangtuaku keluarkan sangatlah tinggi. Tanpa di sangka-sangka
berkah dari jeruk inilah yang membantu Ibu, aku dan saudara-saudaraku. Melalui
perantara Ibu aku bisa merasakan manisnya hidup ini, betapa berharganya hidup
ini. Ibu tidak pernah mengeluh dengan keadaan, namun ia berusaha merubah
keadaan menjadi lebih baik. Ibu Hasanahmu tak tergantikan.






.jpg)