Posted by : Unknown Januari 06, 2015

Jeruk Pontianak, kulit nya hijau namun rasanya manis semanis madu. Begitu pula Ibuku walau ia suka marah-marah tapi kebaikannya dari mulai aku dilahirkan sampai saat ini tidak pernah sirna kurasakan. 
Tidak ada yang bisa mengalahkan manisnya kebaikan yang tulus itu. Kebaikannya tiada batas, tanpa awal juga akhir. Hasanah yang Ibu berikan kepadaku tiada terhitung kiranya, bagai butiran pasir di lautan yang susah dihitung dengan alat canggih sekalipun apalagi dengan jari-jari kecilku. Ibuku adalah anugerah terindah pemberian Tuhan. Aku masih ingat ketika duduk di bangku MTs/SMP, kami tiga bersaudara sama-sama di bangku sekolah yang biayanya tidak sedikit. Aku adalah anak bungsu yang dari SMP sudah sekolah di pondok pesantren. Biaya sekolahku lebih tinggi dari saudara-saudaraku, pada saat aku masuk pesantren hal yang pertama kuiingat adalah tangisan Ibuku yang tidak rela meninggalkan buah hati yang masih berumur 12 tahun hidup mandiri di pondok pesantren. 
Untuk menambah penghasilan Ibuku dan Ayahku menanam jeruk sebanyak 300 pohon. Dengan buah jeruk itu ia jual untuk menambah biaya sekolah. Hampir setiap bulan Ibuku selalu mengirim sekardus buah jeruk untuk di berikan kepadaku, sehingga aku bisa menikmati jeruk hasil tanaman Ibuku. Hal itu terulang ketika tahun pertama aku kuliah, kami tiga bersaudara sama-sama menjadi mahasiswa, sehingga biaya yang harus orangtuaku keluarkan sangatlah tinggi. Tanpa di sangka-sangka berkah dari jeruk inilah yang membantu Ibu, aku dan saudara-saudaraku. Melalui perantara Ibu aku bisa merasakan manisnya hidup ini, betapa berharganya hidup ini. Ibu tidak pernah mengeluh dengan keadaan, namun ia berusaha merubah keadaan menjadi lebih baik. Ibu Hasanahmu tak tergantikan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 My Inspiration - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -