Posted by : Unknown
Juni 07, 2014
Ekonomi mikro islam
Oleh :
Zulfikri
MPS 2012 C
Sekolah
Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Depok, Jawa Barat
Ekonomi
konvensional menyatakan bahwa ilmu ekonomi lahir dari adanya tujuan untuk
mengalokasikan dan menggunakan sumber daya yang langka. Karena sumber daya yang
terbatas maka kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa juga terbatas.
Ekonomi Islam hadir dengan konsep yang bersumber dari Allah SWT (Al-Qur’an) dan
Rasul-Nya (As-Sunnah), yang diturunkan Allah kepada manusia agar manusia dapat
bermuamalah dengan baik dan benar sesuai syari’at islam.
Dewasa ini
ekonomi islam mulai merambah diseluruh Negara tidak hanya di Indonesia bahkan
di Negara barat yang mayoritasnya non-muslim sehingga bermunculan para pakar
dan ahli ekonomi islam agar terwujudnya sistem ekonomi islam yang benar-benar
sesuai dengan sumbernya. Di Indonesia sendiri misalnya ada Ir. Adiwarman Karim
yang telah banyak menghasilkan karya buku-buku yang berhubungan dengan ekonomi
islam. Salah satu isi dari buku beliau adalah prinsip-prinsip ekonomi islam,
dengan ilmu ekonomi islam yang belum tentu benar karena ilmu ini merupakan
hasil dari tafsiran manusia maka pergerakannya juga cendrung dinamis (selau
berubah-ubah). Konstruksi bangunan ekonomi islam menurut Ir. Adiwarman
Karim memiliki beberapa kekurangan atau
kejanggalan sehingga dianggap perlu untuk dideskonstruksi, agar menghasilkan
prinsip-prinsip ekonomi islam yang lebih baik dimasa mendatang.
BAB II
a.
Menjelaskan
bangunan ekonomi islam yang di dasarkan lima nilai universal yakni : Tauhid,
‘Adl, Nubuwwah, Khilafah, dan Ma’ad
b.
Menjelaskan
Multiple ownership, Freedom To Act, Social Justice yang menjadi tiga prinsip
deviratif
c.
Dekonstruksi
bangunan ekonomi islam diantaranya mengapa tauhid di setarakan dengan
Nubuwwah,’Adl, Khilafah dan Ma’ad ?
BAB III
a.
Konstruksi bangunan ekonomi
islam (Adiwarman Karim:2003)
1.
Tauhid ( Keesaan Tuhan ) :
dalam Islam Tauhid merupan fondasi ajaran Islam. Tiada sesuatupun yang layak
disembah selain Allah, dan tidak ada pemilik langit, bumi dan isinya, selain
daripada Allah.
öNs9r& öNn=÷ès? cr& ©!$# ¼ã&s! à7ù=ãB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 3 $tBur Nà6s9 `ÏiB Âcrß «!$# `ÏB <cÍ<ur wur AÅÁtR ÇÊÉÐÈ
107. Tiadakah kamu mengetahui bahwa
kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? dan tiada bagimu selain Allah
seorang pelindung maupun seorang penolong.
2.
‘Adl (Keadilan) : إعطاء كل ذي حق حقه من غير إفراط أو تفريط ,
Dalam islam adil juga di artikan
“tidak menzalimi dan tidak dizalim, sehingga pelaku ekonomi tidak dibolehkan
mencari keuntungan abadi bila itu merugikan oranglain atau merusak alam
3.
Nubuwwah (Kenabian): menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, nabi adalah orang yg menjadi pilihan Allah untuk
menerima wahyu-Nya dan kenabian adalah sifat (hal) nabi, yang berkenaan dengan
nabi. Nabi adalah orang yang harus di teladani, untuk umat muslim Allah
mengirimkan nabi Muhammad SAW, empat sifat dari beliau yang patutu diteladani
pelaku ekonomi ialah, Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah
4.
Khilafah (Pemerintahan) :
diciptakannya manusia di muka bumi adalah untuk menjadi khlaifah, artinya untuk
menjadi pemimpin yang dapat memakmurkan bumi
5.
Ma’ad (Hasil) : secara
harfiah ma’ad berarti “kembali”. Namun ma’ad juga bisa diartikan sebagai
imbalan/ganjaran atas usaha pelaku ekonomi
Ø
Prinsip-prinsip sistem
ekonomi islam
1.
Multitype Ownership
(Kepemilikan multijenis) : nilai tauhid dan adil melahirkan konsep multitype
ownership artinya kepemilikan berlaku atas bermacam-macam jenis baik itu
swasta, negara atau campuran.
2.
Freedom to act (Kebebasan
bertindak/berusaha) : nilai nubuwwah bila digabungkan dengan nilai keadilan dan
khilafah akan melahirkan prinsip freedom to act pada setiap muslim
khususnya pelaku bisnis ekonomi
3.
Social Justice (Keadilan
Sosial) : gabungan nilai khilafah dan ma’ad melahirkan prinsip keadilan sosial,
pemerintah berperan sebagai pemenuh kebutuhan rakyat dan menciptakan
keseimbangan sosial antara yang kaya dan miskin.
Ø
Perilaku islami dalam
perekonomian
Akhlaq
: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlaq”. Akhlaq menjadi
indikator baik-buruknya manusia, baik-buruknya perilaku para pelaku ekonomi
menentukan pada sukses-gagalnya bisnis yang dijalankan,sehingga untuk memajukan
perekonomian mumat islam maka pola pikir dan pola lakunya sudah itqan(tekun)
dan ihsan (professional).
b.
Analisis Bangunan Ekonomi
Islam
Dari
bangunan ekonomi islam menurut Ir. Adiwarman Karim, seluruhnya saling memiliki
keterkaitan dan kesimpulan yang baik dalam menghasilkan prinsip-prinsip ekonomi
islam , namun ada hal-hal yang perlu ditambahkan atau di rubah kedudukannya
diantaranya :
·
Aqidah menjadi pondasi
paling dasar karena dengan aqidah yang kuat menjadikan seluruh prinsip itu
menjadi benar-benar kokoh tanpa ada kegoyahan sedikit pun.
·
Syariah menjadi pondasi
kedua dimana dengan syariah pelaku ekonomi tidak keluar dari koridor syariah
sehingga prinsip-prinsip tersebut tidak keluar dari koridor syariah
18.
kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan
(agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu
orang-orang yang tidak mengetahui.
c.
Dekonstruksi Bangunan
ekonomi islam
·
Aqidah : Dasar awal pondasi
ekonomi islam
Ikatan iman yang
kuat adalah cinta karena Allah dan benci juga karena Allah (Diriwayatkan oleh
Ahmad dalam Musnadnya dari Al-Bara Bin ‘Azib). Diciptakannya Manusia ke dunia
ini adalah untuk beribadah kepada Allah (51:56), pondasi yang paling dasar itu
ialah aqidah yang kokoh yang dapat memopang bangunan ekonomi islam agar
mencapai tujuannya.
·
Syariah : Pondasi Kedua
Dengan syariah maka seluruh kegiatan
yang akan dilakukan tidak keluar dari koridor syariah
- Teori ekonomi islam dan
prinsip-prinsip ekonomi islam
·
Menurut saya ini sudah
benar sesuai dengan teori yang dipaparkan oleh bapak Ir. Adiwarman Karim
- Akhlak (perilaku islami dalam
berekonomi)
Pelaku ekonomi konvensional sering
mengabaikan etika dan moral padahal dalam islam etika dan moral sangat
diperhatikan, karena etika dan moral atau biasa disebut akhlak menjadi penentu
arah kesuksesan ekonomi islam itu sendiri denga itqan dan ihsan .
BAB IV
Prinsip-prinsip ekonomi islam dengan aqidah
yang menjadi suatu dasar awal kemudian ditunjang dengan syariah serta
pilar-pilar lain seperti akhlak yang menjadi penentu arah gerak ekonomi islam
itu sendiri, sehingga dengan prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi solusi
dalam prmasalahan ekonomi dimasa mendatang.
Abdullah Al-Buraikan, Ibrahim. Pengantar Studi Aqidah Islam
Jakarta :Litbang Pusat Studi Islam AL MANAR
Karim,Adiwarman(2004)Ekonomi mikro
islamJakarta :Rajawali press
Karim,Adiwarman(2002)Ekonomi mikro islamJakarta :The International Institute of
Islamic Thought (IIIT)
